Thursday, September 15, 2011

I'm not a kind like that

siang-siang, saya baru saja selesai mandi untuk segera berangkat ngampus. seorang mbak kos baru pulang dari kampus selesai bimbingan buat tugas akhirnya dan langsung mengeluh sama anak kos yang lain dengan suara yang cukup keras yang bisa membuat orang serumah denger sama keluhannya
"aduuh, subyekku ini nangis tok, ga bisa di ajak ngomong"
dan ngomong lagi
"piye iki...tugas akhirku ga mari-mari"
dengan suara yang sedikit manja sedikit kecewa dengan suara nada mengeluh
saya yang lagi siap-siap di dalam kamar dengan jendela kaca terbuka hanya bisa membatin
"apa orang yang mengeluh selalu begitu ya?"

saya bukan tipe orang ekspresif. sangat tidak ekspresif. kalau saya marah, senang, sedih, galau dan sebagainya tetap saja ekspresinya sama seperti tidak terjadi apa-apa. ekspresi saya hanya datar....datar....dan datar....jadiii jika ada yang ekspresif saya sering mbatin "eh, harus begitu ya?biasa aja gak bisa ya?"

kayak kemarin waktu reuni SMP. kami yang sudah hampir 2 tahun tidak bertemu, pada saat ketemu pada heboh ketemu satu sama lain. pada salaman, cipika-cipiki, peluk sana, peluk sini, ngobrol sana, ngobrol sini. lalu saya, hanya tersenyum, salaman, dan hanya ngobrol seperlunya. selebihnya hanya diam. sampai ada sekelompok teman yang dulu lumayan dekat dengan saya, melihat saya dan langsung berteriak "aaaaa, Liliiiiik" berasa artis gitu sih jadinya hahaha.

lalu masalah cipika cipiki..saya dari dulu sampai sekarang tidak terbiasa dengan itu semua. teman yang paham mengenai saya, memakluminya meskipun saking gemesh nya akan menarik saya untuk cipika cipiki dan pada akhirnya saya menarik diri sehingga no more cipika-cipiki. saya merasa geli untuk melakukannya karena saya tidak pernah dibiasakan untuk itu. bahkan dengan ibu, saya tidak pernah melakukannya. tapi yaaah, demi tuntutan peran, saya pelan-pelan "belajar" untuk cipika-cipiki meskipun pada akhirnya akan ada yang komentar "gak biasa ya?kaku banget" #eaaa

saya sangat tidak terbiasa untuk terlalu dekat dengan orang lain. hanya ada satu orang yang pernah sangat sangat sangat dekat untuk segala sesuatunya. dan dia tidak perlu disebut karena akan mengundang kegalauan yang luar biasa :3
saya dulu tidak pernah memiliki teman yang benar-benar dekat. tapi sejak SMA saya mulai memiliki satu-dua teman yang benar-benar dekat dengan artian saya sering sms-an untuk curhat atau menanyakan kabar dan kadang saya sempatkan waktu luang untuk bertemu, hanya sekedar makan bakso atau ngobrol ringan yang pada akhirnya akan memakan waktu seharian :)

saya juga lebih sering memilih untuk diam. apa yang hendak saya ucapkan telah terpikirkan dengan baik di otak hanya saja untuk mengucapkannya dan menyampaikan maksudnya dengan baik itu saya sulit sehingga sering orang lain salah paham dan tidak dapat menangkap maksud saya dengan benar.

daaaaaan, beginilah saya yang selalu datar-datar saja...saya yang tidak punya kemampuan menyampaikan maksud dengan baik. saya adalah saya dan saya selalu bangga menjadi diri saya sendiri :)

3 comments:

  1. aku juga pernah tanya gitu ke mamiku, kata mamiku perlu ekspresif. supaya ga memendam, supaya ga cepet tua. supaya hidup seimbang, mangkanya aku mulai belajar ekspresif dikit2 walopun yo masih kaku... :'(

    ReplyDelete
  2. tapi lebih enak begini..bikin orang gemesh :p

    ReplyDelete
  3. eh aku baru sadar loh... ini yang komen di blogmu cuma aku thokkk... bwahaha

    ReplyDelete